Sabtu, 10 September 2011

tugas biologi "bakteri"



TUGAS BIOLOGI
“BAKTERI”





OLEH :
FEBRIANI KUSUMA WARDANI
(09/X-5)



SMA NEGERI 1 SALATIGA

Archaebacteria

            Archaebacteria berasal dari kata Yunani, archaio yang artinya kuno. Archaebacteri adalah kelompok bakteri yang dinding selnya tidak mengandung  peptidoglikan, tetapi membrane plasmanya mengandung lipid (lemak). Archaebacteria hidup pada lingkungan yang ekstrem yang mirip dengan lingkungan kehidupan awal di bumi.
            Berdasarkan lingkungan ekstremnya, archaebacteria dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu:
1.      Bakteri Metanogen
Ciri khas metagon adalah memiliki kemampuan menggunakan hydrogen untuk mereduksi karbon dioksida menjadi gas metan. Dari reaksi tersebut, dihasilkan energi. Reaksinya adalah sebagai berikut :
CO2  +  4H2            CH4  +2H2O + energi
Karakteristik
Metanogen
Bentuk sel
Batang, kokus, spirilla, filament, sarcina
sifat
Gram + / Gram -
klasifikasi
Archaebacteria
Struktur dinding sel
Pseudomurein, protein, heteropolysaccharida
Metabolisme
anaerob
Sumber energi dan sumber karbon
H2 + CO2, H2+ metanol, format, metilamin, metanol(30 % diubah menjadi CH4), asetat (80 % diubah menjadi CH4)
Produk katabolisme
CH4 atau CH4 + CO2

Mereka hidup di lingkungan yang anaerob, seperti dasar rawa-rawa, tempat penampungan limbah, dan saluran pencernakan hewan, temasuk manusia. Di dalam saluran pencernakan sapi, mereka menguraikan selulose sehingga memungkinkan sapi memperoleh nutrisi dari tumbuhan. Dalam industri, metanogen digunakan untuk mengolah limbah dan menjernihakan air.
Contoh metanogen antara lain : Methanopyrus, Methanobrevibacter  ruminatum, Methanococcus, Methanobacterium, Methanospirillum dan Methanosarcina
2.      Bakteri Halofil
Halofil berasal dari kata Yunani, yaitu halo dan philos . halo artinya garam dan philos artinya suka. Jadi bakteri halofil adalah bakteri yang hidup di lingkungan yang kadar garam tinggi.
Kelompok ekstrem halofil mampu hidup di lingkungan yang salinitasi (kadar garam) sangat tinggi(kadar garam 20% atau 10 kali lipatnya), misalnya di Laut Mati dan Danau Great Salt (USA), serta di makanan yang diasinkan. Organism ini menggunakan garam untuk membentuk ATP. Contoh kelompok ini adalah Halobacterium holabium, Halobacterium holobius.

3.      Bakteri Termosidofil
Bakteri inihidup di lingkungan ekstrem yang panas dan asam. Mereka dapat hidup di lingkungan yang bersuhu 1100 dan ber-pH 2-4. Misalnya dibawah gunung berapi dan lubang hidrotermal di dasar samudra. Sebagian besar merupakan organism anaerob yang menggunakan belerang (sulfur) sebagai aksepetor hydrogen untuk respirasi, menggantikan oksigen. Contohnya adalah Sulfolobus solfataricus, Sulfolobus acidorcaldarius, Thermoplasma.


























TABEL

NO
JENIS BAKTERI
CIRI / TEMPAT HIDUP
CONTOH
1.
Metanogen
-          Menggunakan hydrogen untuk mereduksi karbon dioksida menjadi gas metan
-          hidup di lingkungan yang anaerob, seperti dasar rawa-rawa, tempat penampungan limbah, dan saluran pencernakan hewan, temasuk manusia
Methanopyrus,

Methanobrevibacter  ruminatum,

Methanococcus,

Methanobacterium.
2.
Halofil
-          mampu hidup di lingkungan yang salinitasi (kadar garam) sangat tinggi(kadar garam 20% atau 10 kali lipatnya),
-          Halobacterium holabium,
-          Halobacterium holobius.
3.
Termosidofil
-          dapat hidup di lingkungan yang bersuhu 1100 dan ber-pH 2-4. Misalnya dibawah gunung berapi dan lubang hidrotermal di dasar samudra.
-          merupakan organism anaerob
-          Sulfolobus solfataricus,
-          Sulfolobusacidorcaldarius,
-          Thermoplasma.


















FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN BAKTERI :
1.      Suhu
Kehidupan bakteri sangat dipengaruhi oleh suhu akan tetapi masing-masing spesies memiliki kisaran suhu yang berbeda-beda untuk kehidupan optimumnya.
Berdasarkan kemampuan optimum dalam susu lingkungannya, bakterri dapat dikelompokkan menjadi :
a.       Bakteri mesofil : susu optimum pertumbuhannya 30 0C-45 0C. bakteri ini dapat ditemukan di tanah, air, dan tubuh vertebrata.
b.      Bakteri psikofil: tumbuh optimum di bawah atau dekat titik beku yaitu 10 0Csampai -2 0C. dapat ditemukan di samudera dan tanah.
c.       Bakteri termofil: tumbuh optimum pada suhu di atas 45 0C
2.      Kelembapan
Bakteri akan tumbuh dengan  baik pada lingkungan yang lembab. Oleh karena itu untuk menjaga supaya makanan tidak diserang oleh bakteri maka makanan itu harus dikeringkan.
3.      Derajat keasaman (pH)
Bakteri sangat peka terhadap perbedaan pH lingkungan tempat hidup. Biasanya bakteri tumbuh pada pH netral.
4.      Cahaya matahari
Bakteri umumnya lebih menyukai keadaan gelap, bahkan beberapa bakteri mati jika terkena matahari secara langsung.
5.      Zat makanan
Jumlah zat makanan atau nutrisi yang tersedia banyak akan meningkatkan jumlah koloni bakteri. Sebaliknya, berkurangnya nutrisi mengakibatkan koloni bakteri menyusut bahkan akan mati dengan habisnya nutrisi yang tersedia.
6.      Zat hasil eksresi yang Tertibun dalam  Medium
Biasanya bakteri hidup pada medium tertentu. Perkembangan jumlah koloni akan meningkatkan timbunan hasil buangan proses metabolisme dalam media tersebut sehingga menurunkan jumlah koloni bakteri tersebut.
7.      Predator bakteri
Predator (pemangsa) bakteri biasanya adalah Amoeba dan Didinium. Amoeba memakan mikroorganisme kecil, beberapa diantaranya adalah protozoa dan Algae

Tidak ada komentar:

Posting Komentar